The Wedding of

Khania & Tio

Kepada Yth:

The Wedding of

Khania

&

Tio

17 Juni 2026

K

&

T

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
– QS. Ar-Rum : 21 –

We Are Getting Married!

Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami:

Khania

Khania Septiyani

Putri dari Bpk. Saepudin & Ibu Nyai Ikah

&

Tio

Tio Sulistio

Putra dari Bpk. Kaswan & Ibu Anih (Almh)

Save The Date

  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri acara pernikahan kami:

Akad Nikah & Resepsi

Rabu, 17 Juni 2026

09.00 s/d selesai

Kediaman Mempelai Wanita

Desa Karyawangi, Kp. Karyawangi, Rt. 01, Rw. 06, Kec. Parongpong.

Love Story

Awal Pertemuan & Perkenalan
Tidak ada yang benar-benar kebetulan di dunia ini. Kadang, semesta mempertemukan dua orang dengan cara yang sederhana—bahkan sangat sederhana—namun justru dari situlah lahir cerita paling berarti dalam hidup. Semua bermula pada tanggal 19 September 2023. Hari itu sebenarnya tidak berbeda dari hari-hari biasanya. Kesibukan berjalan seperti biasa, waktu terus bergerak tanpa memberi tanda apa pun bahwa hidup akan berubah. Hingga sebuah ucapan ulang tahun di Instagram menjadi awal dari semuanya. Hanya sebuah pesan singkat. Sederhana. Ringan. Tidak istimewa bagi orang lain. Namun siapa sangka, dari ucapan kecil itu tumbuh percakapan panjang yang tidak pernah benar-benar ingin diakhiri. Awalnya hanya membalas seperlunya. Bertanya kabar, saling bercanda, membicarakan hal-hal kecil yang kadang bahkan tidak penting. Tetapi anehnya, selalu ada rasa nyaman setiap kali notifikasi dari satu sama lain muncul di layar ponsel. Hari-hari mulai terasa berbeda. Tanpa sadar, ada seseorang yang mulai ditunggu setiap pagi, dicari setiap malam, dan selalu ingin diajak berbagi cerita. Sejak saat itu, komunikasi kami menjadi semakin intens. Tidak ada hari tanpa saling bertukar kabar. Bahkan hal paling sederhana pun terasa menyenangkan jika diceritakan satu sama lain. Tentang bagaimana hari berjalan, tentang lelahnya pekerjaan, tentang mimpi-mimpi kecil, sampai cerita random yang sebenarnya tidak penting—semuanya terasa berarti. Dan lucunya, semakin sering berbicara, semakin terasa bahwa kami seperti dua orang yang memang sudah lama saling mengenal. Padahal kenyataannya, kami baru dipertemukan oleh media sosial. Satu bulan kemudian tepatnya di pertengahan Oktober , kami memutuskan untuk bertemu untuk pertama kalinya. Hari itu menjadi hari yang tidak akan pernah terlupakan. Ada rasa gugup, canggung, sekaligus bahagia yang bercampur menjadi satu. Berkali-kali melihat jam sebelum bertemu. Berkali-kali menarik napas untuk menenangkan diri. Takut jika kenyataan tidak seindah percakapan selama ini. Namun semua rasa takut itu hilang begitu pertemuan pertama terjadi. Senyum itu terasa familiar. Tatapan itu terasa hangat. Dan obrolan yang awalnya dipikir akan canggung justru mengalir begitu saja seperti dua orang yang akhirnya dipertemukan setelah lama saling mencari. Sejak hari itu, hubungan kami semakin dekat. Kami mulai mengenal satu sama lain lebih dalam. Mengenal sifat baik dan buruk masing-masing. Belajar memahami ego, belajar mengerti cara mencintai yang berbeda, dan belajar bertahan di tengah banyaknya perbedaan. Tidak semua perjalanan selalu mudah. Ada hari-hari di mana kami bertengkar karena hal kecil. Ada salah paham yang membuat air mata jatuh. Ada kecewa, ada marah, ada lelah. Namun di setiap masalah yang datang, selalu ada satu hal yang membuat kami bertahan: kami tidak pernah benar-benar ingin kehilangan satu sama lain. Karena cinta ternyata bukan tentang hubungan yang selalu bahagia. Cinta adalah tentang dua orang yang tetap memilih bersama bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja. Setelah beberapa bulan saling mengenal dan merasa yakin satu sama lain, akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan. Hari demi hari kami lalui bersama. Tiga tahun mungkin terdengar singkat bagi sebagian orang, tetapi bagi kami, tiga tahun adalah kumpulan begitu banyak cerita. Tentang tawa yang tidak bisa dihitung, perjalanan-perjalanan sederhana yang begitu berkesan, pelukan yang menenangkan di masa sulit, dan bahu yang selalu ada ketika dunia terasa berat. Kami tumbuh bersama selama tiga tahun itu. Dari dua orang asing yang dipertemukan Instagram, perlahan kami berubah menjadi dua orang yang saling menjadi rumah. Kami belajar bahwa cinta bukan hanya tentang kata “sayang”, tetapi tentang hadir. Tentang bertahan. Tentang saling menggenggam meski hidup tidak selalu mudah.
Perjalanan Menuju Pernikahan
Hingga akhirnya, di bulan Januari 2026, setelah semua perjalanan yang kami lalui bersama, kami memutuskan untuk membawa hubungan ini ke arah yang lebih serius: pernikahan. Keputusan itu bukan keputusan yang lahir dalam semalam. Itu adalah hasil dari ribuan percakapan, doa-doa panjang, keyakinan, dan perjuangan yang sudah kami lewati bersama selama tiga tahun. Dan di bulan Februari 2026, untuk pertama kalinya, dua keluarga dipertemukan. Hari itu terasa begitu haru. Dua keluarga yang sebelumnya tidak saling mengenal kini duduk bersama membicarakan masa depan anak-anak mereka. Ada senyum bahagia dari orang tua, ada tatapan penuh harapan, ada doa-doa yang diam-diam dipanjatkan agar semua berjalan lancar. Di momen itu, kami sadar bahwa hubungan ini bukan lagi hanya tentang “aku dan kamu”. Tetapi tentang dua keluarga yang akan dipersatukan. Saat tanggal pernikahan akhirnya ditetapkan, rasanya seperti mimpi yang perlahan menjadi nyata. Kami mengingat kembali bagaimana semuanya dimulai. Dari sebuah ucapan ulang tahun sederhana. Dari chat kecil yang awalnya tidak pernah disangka akan menjadi cerita sepanjang ini. Dari dua orang asing yang dipertemukan tanpa sengaja. Hingga akhirnya dipersatukan dalam rencana suci bernama pernikahan. Kadang cinta memang datang dengan cara yang tidak terduga. Tidak selalu melalui pertemuan besar atau kisah dramatis. Kadang cinta hadir lewat notifikasi kecil di Instagram, lalu tumbuh perlahan menjadi seseorang yang tidak lagi bisa dibayangkan hidup tanpanya. Dan kini, setelah semua perjalanan itu, kami percaya satu hal: Jika memang sudah ditakdirkan bersama, sejauh apa pun awalnya, sesederhana apa pun pertemuannya, dua hati akan tetap menemukan jalannya untuk pulang satu sama lain.

Love Gift

Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:

Tio Sulistio

50686072269

Khania Septiyani

50924648982

Terima Kasih

Wishes

Ucapan Selamat & Do'a

Suatu kebahagiaan & kehormatan bagi kami,
apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir
dan memberikan do’a restu kepada kami

Kami Yang Berbahagia,

Khania & Tio

The Wedding of

Khania & Tio

17 Juni 2026