Awal Pertemuan & Perkenalan
Tidak ada yang benar-benar kebetulan di dunia ini.
Kadang, semesta mempertemukan dua orang dengan cara yang sederhana—bahkan sangat sederhana—namun justru dari situlah lahir cerita paling berarti dalam hidup.
Semua bermula pada tanggal 19 September 2023.
Hari itu sebenarnya tidak berbeda dari hari-hari biasanya. Kesibukan berjalan seperti biasa, waktu terus bergerak tanpa memberi tanda apa pun bahwa hidup akan berubah. Hingga sebuah ucapan ulang tahun di Instagram menjadi awal dari semuanya.
Hanya sebuah pesan singkat.
Sederhana. Ringan. Tidak istimewa bagi orang lain. Namun siapa sangka, dari ucapan kecil itu tumbuh percakapan panjang yang tidak pernah benar-benar ingin diakhiri.
Awalnya hanya membalas seperlunya. Bertanya kabar, saling bercanda, membicarakan hal-hal kecil yang kadang bahkan tidak penting. Tetapi anehnya, selalu ada rasa nyaman setiap kali notifikasi dari satu sama lain muncul di layar ponsel. Hari-hari mulai terasa berbeda. Tanpa sadar, ada seseorang yang mulai ditunggu setiap pagi, dicari setiap malam, dan selalu ingin diajak berbagi cerita.
Sejak saat itu, komunikasi kami menjadi semakin intens.
Tidak ada hari tanpa saling bertukar kabar. Bahkan hal paling sederhana pun terasa menyenangkan jika diceritakan satu sama lain. Tentang bagaimana hari berjalan, tentang lelahnya pekerjaan, tentang mimpi-mimpi kecil, sampai cerita random yang sebenarnya tidak penting—semuanya terasa berarti.
Dan lucunya, semakin sering berbicara, semakin terasa bahwa kami seperti dua orang yang memang sudah lama saling mengenal.
Padahal kenyataannya, kami baru dipertemukan oleh media sosial.
Satu bulan kemudian tepatnya di pertengahan Oktober , kami memutuskan untuk bertemu untuk pertama kalinya.
Hari itu menjadi hari yang tidak akan pernah terlupakan.
Ada rasa gugup, canggung, sekaligus bahagia yang bercampur menjadi satu. Berkali-kali melihat jam sebelum bertemu. Berkali-kali menarik napas untuk menenangkan diri. Takut jika kenyataan tidak seindah percakapan selama ini.
Namun semua rasa takut itu hilang begitu pertemuan pertama terjadi.
Senyum itu terasa familiar.
Tatapan itu terasa hangat.
Dan obrolan yang awalnya dipikir akan canggung justru mengalir begitu saja seperti dua orang yang akhirnya dipertemukan setelah lama saling mencari.
Sejak hari itu, hubungan kami semakin dekat.
Kami mulai mengenal satu sama lain lebih dalam. Mengenal sifat baik dan buruk masing-masing. Belajar memahami ego, belajar mengerti cara mencintai yang berbeda, dan belajar bertahan di tengah banyaknya perbedaan.
Tidak semua perjalanan selalu mudah.
Ada hari-hari di mana kami bertengkar karena hal kecil. Ada salah paham yang membuat air mata jatuh. Ada kecewa, ada marah, ada lelah. Namun di setiap masalah yang datang, selalu ada satu hal yang membuat kami bertahan: kami tidak pernah benar-benar ingin kehilangan satu sama lain.
Karena cinta ternyata bukan tentang hubungan yang selalu bahagia.
Cinta adalah tentang dua orang yang tetap memilih bersama bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Setelah beberapa bulan saling mengenal dan merasa yakin satu sama lain, akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan.
Hari demi hari kami lalui bersama.
Tiga tahun mungkin terdengar singkat bagi sebagian orang, tetapi bagi kami, tiga tahun adalah kumpulan begitu banyak cerita. Tentang tawa yang tidak bisa dihitung, perjalanan-perjalanan sederhana yang begitu berkesan, pelukan yang menenangkan di masa sulit, dan bahu yang selalu ada ketika dunia terasa berat.
Kami tumbuh bersama selama tiga tahun itu.
Dari dua orang asing yang dipertemukan Instagram, perlahan kami berubah menjadi dua orang yang saling menjadi rumah.
Kami belajar bahwa cinta bukan hanya tentang kata “sayang”, tetapi tentang hadir. Tentang bertahan. Tentang saling menggenggam meski hidup tidak selalu mudah.